hari jumat 14 maret 2014uk menengok saya mengantar my mother untuk menengok adik laki-lakiku di pesantren singaparna. sebuah kabar yang membuat my mother sedih dan saya pun apalagi, tiga orang tua siswa disekolah melaporkan adikku atas pertengkaran yang telah adikku lakukan pada teman- temannya. ituulah kabar buruk tentang adikku ini. tutur ustadzahnya waktu itu ada sesuatu yang membuat adikku ini terangkat emosinya, ntah apa itu, dan dengan rasa yang tertahan ia pun melampiaskan nafsunya ketemannya. pada akhirnya orangtua siswa itu pun melaporkan ke pesantren. seminggu kemudian hal yang sama pun terjadi lagi, dan minggu berikutnya pun sama hingga 3 orang tua siswa datang silih berganti untuk menghakiminya ke pesantren.
namun aku rasa itu masih normal, sebagai anak yang baru akan beranjak ke SMP jika emosinya masih labil. sabarlah sep.
saya salut padanya, saya yakin ia akan jadi sosok yang tangguh, beribu maaf dari teteh yang selama kau di rumah suka menjengkelkan mu dik, semangatlah memperjuangkan hidup walaupun kita berbeda dengan oranglain di luarsana, ingatlah ayah dik, ayah ingin yang terbaik untuk mu, jangan kecewakan ayah dan ibu.
pak, sekarang saya tahu mengapa kau lebih sayang pada anak laki-laki mu, saya tahu sekarang, ketika keinginan dari putri mu tak langsung dikabulkan dan ketika keinginan putramu langsung di kabulkan, dan ribuan pepatah dari mu untuk sayangi adik laki-lakiku sekarang tahu apa alasannya.
pak ketika kau tinggalkan kami dan adiku kembali ke pondok beberapa lama kemudian adikku membuat masalah tidak seperti biasanya, dia bertengkar dengan teman sekelasnya. selalu bertengkar, hingga ustad memanggil kami dan mentabayun adikku, ternyata ketika ku tahu apa alasan dia bertengkar adalah di sedang membela keluarga kita dari bullyan temannya, dia ga tahan karena temannya selalu membuli mamah, teteh tetehnya di sekolah makanya dia melakukan itu, sekarang u tahu ini alasannnya ini jawabnnya mengapa aku harus menyayanginya. dan sekarng pun terjadi lagi tiga orang tua siswa langsung melaporkannya ke pondok. namun aku belum tahu apa alasannya. taapi ku yakin ada alasan yang memperkuat mengapa dia melakukan hal itu dan bukan semata-mata karena dia sudah berubah menjadi anak urakan. saya yakin ada alasan mengapa ia melakukan hal itu. saya yakin dia baik seperti dulu kau bela ketika kita bertengkar, tak tetap menyolehkan dia, saya pun sekarang yakin dia adalah akan soleh, jauh dari kasih sayang orangtua dan hidup jauh dari keluarga itu hal normal dilakukan anak di usia 11/12 tahunan,
pak ada selembar bangga ketika aku menjemputnya pulang seperti biasanya dalam perjalanan dia selalu membagi pengetahuannya baik tentang pelajaran di SDnya ataupun di pesantrennya, dia anak yang pintar cerita sejarah, ipa ataupun astronomi selalu ia ceritakan.'
dan yang selalu membuat hatiku bangga dan menetes air mataku adalah dia selalu bertanya "TEH CITACITAKU INGIN JADI USTAD TENTARA PEMAIN SEPAK BOLA, APAKAH SAYA BISA? " harus dimana sekolahnya trus apakah bisa punya cita-cita,,'
itulah yang membuatku selalu semangat saya ingin membuat dia meraih cita-citanya, yang terus ia selalu banggakan ke semua teman-temannya..
ust. Asep Daud Fauzi. barokaloh fi umrik.. semoga panjang umur dan Allah selalu melindungimu.. aamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar