Selasa, 30 Juni 2015

Selamat Datang Semester 7



Namaku adalah ai, cita-citaku adalah ingin bekerja di sebuah televisi, kesenanganku adalah menonton berita, akan tetapi ketika aku ditanya oleh orang lain apa cita-citaku aku selalu menyebutkan aku ingin menjadi seorang persiden, oleh karena itu ketika aku duduk di bangku SMP dan SMA hampir seangkatanku menyebutku ibu presiden. Jika di SMP kenapa cita-citaku terkenal karena ada temanku ketika itu yang membaca dihadapan orang banyak tentang cita-citaku itu, dan ketika aku SMA aku di suruh memperkenalkan diri dengan Bahasa Inggris tentang cita-cita dan akhirnya guru Bahasa inggris menceritakan tentangku ke semua teman teman satu angkatanku.
Aku adalah ahli dalam menulis bebas ketika aku SMP, kenapa aku mengakui seperti itu? Jawabannya adalah sudah dibuktikan dengan seangkatan menulis untuk seleksi lomba jurnalistik seTasikmalaya dan aku pemenangnya tanpa harus lagi guru memerikasa yang lainnya dan mengajakku untuk mengikuti lomba itu, ohh akan tetapi penyesalan itu terus menghantuiku sampai sekarang, kenapa? Karena aku menolak tawaran guru tersebut. “Sombongnya aku ketika itu”. Masih ingat ketika itu guru Bahasa indonesiaku sampai membujukku tapi dengan polosnya aku menolak tawaran itu. Dan sampai sekarang penyesalannya terasa. Padalah mungkin hal itu bisa jadi jalan untukku bertemu idolaku, hehe,.. seorang reporter yang aku terus updatein kehidupannya sampai sekarang “riko anggara”. alasannya kenapa ya aku tolak tawaran itu ya karena ketika itu aku …. Apa ya lupa lagi.. tapi untuk mengobati dan menghapus rasa penyesalan itu dari sanalah aku menjadi termotivasi untuk terus menulis, puisi, cerpen , bahkan aku meresum jalan cerita film yang telah aku tonton sampai kira-kira tulisan itu sudah setumpuk, karena ketika itu aku belum punya laptop jadi aku tulis semua tulisanku di buku, aku suka mendaur ulang buku-buku bekas yang sisannya aku ambil dan aku jilid ke photocopy dan jadilah buku dan buku tersebut aku gunakan untuk menulis semua cerita-cerita dan puisi puisiku.
Akan tetapi hal ini juga yang membuatku merasa lebih-lebih menyesal, kenapa? Karena aku kubur semua tulisanku yang setumpuk itu hingga kedalaman satu meter dan aku berjanji akan aku ambil lagi ketika aku bisa pergi ke luar negeri, “bingung aku dengan pemikiranku ketika itu” dan yang lebih nyeseknya sekarang kuburan tulisanku itu sekarang diatasnya rumah, bagaimana aku bisa gali kembali. Nangis ini mah. ketika rumah itu sudah berdiri ada lomba cerpen dateng dan disana ada cerita yang aku favoritkan banget. Sebel dengan diri ini.
Kembali ke cita-cita, ketika kelas 3 SMP aku juga adalah orang pertama yang bisa menggunakan computer bahkan internet, walaupun ketika itu aku belum punya computer. “maaf bukan ngebanggain diri tapi Cuma sedikit mengobati hati”. Kenapa ? karena aku suka baca-baca tentang itu, bahkan dirumah aku buat keyboard, aku memimpikan suatu saat aku bisa memiliki sebuah computer. Tapi itu tidak bisa menjadi alasan yang kuat untuk menggambarkan hebatnya aku menguasai computer…hehe,, alasan keduanya adalah aku orang pertama yang bisa membuat Friendster, facebook, bahkan twitter dan orang yang pertama yang bisa mengirim e-mail ke guru computer. Tapi bukan ini yang ingin aku ceritakan. Selepas aku menyelesaikan studi ku di SMP aku sangat ingin sekali masuk SMKN1, kenapa? Karena di sana ada jurusan multimedia, dan aku ingin sekali masuk ke jurusan itu. Aku sudah memimpikan bahwa kelak aku akan bekerja di sebuah stasiun tv terbesar dan bertemu dengan idolaku, namun semuannya berubah karena angkan –o,1. Ada apa dengan angka tersebut ? karena tinggal -0,1 lagi aku bisa lulus ke jurusan itu. Sedihnya diriku ini. semua tinggal kenangan hari ini. aku punya semacam syndrome, aku akan mendadak batuk terus menerus jika hal itu tidak sesuai dengan jalan takdirku, itu sudah aku buktikan walaupun tidak aku perikasakan ke dokter. Buktinya ketika aku test di SMKN1 aku dari mulai menjawab soal no 1 sampai soal itu selesai aku jawab aku terus batuk, dan ketiak aku menyontek, dll. Tapi sekarang tidak aku rasakan kembali hal itu.
Semenjak saat itu orang tua ku marah besar, bukan karena aku tidak lulus tapi karena aku tidak mengikuti test kesehatan di sekolah yang telah menerimaku. Ya akhirnya aku gagal masuk kesekolah tersebut dan pada akhirnya aku ditakdirkan masuk SMK yang paling aku cintai. Aku mengambil jurusan administrasi perkantoran awalnya aku hanya memilih saja tanpa tau akan jadi apa nantinya, eh ketika ditelusuri mendalam jurusan itu nantinya jadi sekretari, oh no aku harus melayani bos ,, oh tidak bisa aku yang harus jadi bosnnya.
Akan tetapi ketika itu datang guru matematika yang sangat cantik sekali, orangnya baik, cara mengajarnya bagus, dan terus memotivasi murid-muridnya setiap semesternya pasti memberi reward kepada murid-muridnnya yang berprestasi termasuk aku. Akan tetapi di akhir smester ibu itu tidak bisa aku lihat lagi karena ibu itu keluar tanpa berpamitan kepada murid-muridnya, sedih sekali aku dan teman-teman, aku sempat menangis beberapa hari ketika itu dan menghubungi ibu berkali-kali akan tetapi tidak aktif nonya.
Kehidupanku mulai berubah ketika aku berada dilingkungan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Pertama sih aku sering menagis melihat itu semua. Melihat miniature bumi ini, banyak sekali orang-orang yang aku temui mulai dari sisi terang sampai sisi gelap pernah saya lihat dan saya berbaur tanpa terkena baunya ataupun wanginnya kehidupanku. aku mulai bisa menyesuaikan diri dengan semua keadaan itu. “Akan tetapi ini bukan yang akan aku ceritakan saat ini, tunggu lagi cerita tentang cahaya dan kegelapan” hehe.
ketika kesedihan mulai terobati datang berbagai macam guru matematika yang berbagai macam karakter, ada guru yang jarang masuk beliau terus menugaskan kita untuk menulis, ya memindahkan tulisan dari buku paket ke buku catatan, “apa bedannya mending photocopy saja”, berawal dari sinilah nilai matematikaku yang asalnya 99 anjlok menjadi 89, “teganya itu guru, tidak melihatkah siapa aku ini” hem
yang kedua gurunya ganteng, tapi sayangnya suka duduk di bangku murid cantik, sepintar-pintar apapun murid itu tidak akan dilirik jika tidak cantik.. oh no itu aku yang ga dilirik,,hehe alhamulilah tapi nilai ku bagus, tapi sekarang aku harus jujur kepada semuannya bahwa nilai bagus ini bukan sebab akibat dari usahaku ku tapi karena ketika mengerjakan ujian aku ceroboh dan aku gagal mengisinya tapi aku berbuat curang ketika itu, hasil yang sudah di kumpulkan aku benarkan kembali dengan alasan lembar jawabanku belum aku kasih nama,,, astagfirullah ai, bisannya seorang ai melakukan hal curang seperti ini. tapi swear aku baru sekali dan sekali saja dalam hidupku aku melakukan hal demikian. Dan aku sangat menyesali perbuatanku ini hingga saat ini. dan aku pun sudah mendapat balasan yang setimpa walaupun Allah masih sayang banget sama aku. Tapi hal itu sudah menjadi tegoran yang menyakitkan bagiku.
Tegoran itu berupa aku di sindir aku tak pantas rangking satu, kedua aku tak bisa mengikuti OSN administrasi walaupun ketika itu guru kejuruan menyesali kenapa tidak memilih aku menjadi wakil dari SMK, yang ketiga adalah aku pernah di tampar karena aku di sangka menyontek walaupun sesungguhnya ketika itu aku lagi membawa tipex, dan yang ke empat yang mestinya aku nilai serratus jadi nilai 10 padahal lembar jawaban itu betul semuannnya dan aku tak rela dan aku protes dan kena tampar lagi dan aku harus mengulang ujian kembali tapi aku menantang guru untuk memerikas kembali jawaban awalnya guru tersebut tidak mau tapi untungnya ada guru olahraga yang memintanya memberikan kesempatan kembali dan akhirnya benar argumenku dan guru tersebut sampai sekarang tidak pernah melupakan ku yang sudah menamparku dua kali karena kesalah pahaman. Tapi dari tamparan itu aku tidak membencinya karena sakit dari tamparan itu sudah ku obati dengan hasil yang ku toreh yang sangat memuaskan. Ketika teguran bertubi-tubi itu datang padaku aku sebenarnya sudah taubat dari dosa yang pertama dan terakhir aku lakukan ketika aku sekolah.
Sampai akhir aku terus berbuat jujur dalam setiap langkah dengan teman-temanku Trio kere namanya, kita bertiga jadi duta anti mencontek di kelas. Walapun duta dikelas namun menerapkannya sungguh sulit bagi mereka, tapi yang penting aku yang terus memegang prinsip ini hingga akhir hayatku untuk tidak mencontek bagaimanapun keadaannya. Cita-citaku terus menggebu tiap hari tak tertinggal satu beritapun dan dunia perpolitikan akhirnya menggodaku untuk mempelajarinya, kehidupanku akhirnya teralihkan dengan buku-buku politik yang ada di perpustakaan buku tersebut koleksi pak guru perpus, aku meminjam dan membacanya hingga aku bisa mengamati situasi perpolitikan ketika itu. Ketika itu rasanya cita—citaku dimedia masa sudah pupus namun aku masih mempertahankan cita-citaku menjadi seorang presiden oleh karena itu aku dengan semangat membaca buku tentang politik mulai dari pengantar politik, dasar- dasar politik hingga komunikasi politik dan lupa lagi banyak buku buku  yang sudah  aku baca ketika itu.
Hingga di akhir studi aku dipertemukan dengan guru matematika yang sangat bersemangat mengajar usianya sudah sangat renta hampir seluruh hidupnya di habiskan untuk mengajar matematika, walaupun kadang banyak murid-murid yang tidak meperhatikannya, hingga pada suatu waktu bapak tersebut bertanya padaku “ai ingin jadi apa kelak?” aku jawab “aku ingin seperti bapak yang selalu bersemangat dalam menjalani hari-hari indah ini pak”. Dan pada akhirnya aku suka di suruh menilai hasil kerja teman-teman bahkan pernah aku disuruh untuk menjelaskan kepada teman-teman hingga satu cita cita itu muncul aku ingin menjadi seorang guru matematik.
aku tak sempat untuk mencari atau bahkan test ke Universitas Negeri di Indonesia karena ketika itu ayah ku meninggalkan dunia ini, walaupun ketika itu aku berencana ingin masuk FISIPOL UGM, hehe. Hingga pak guru yang suka di perpus yang punya kolekksi buku politik pun pernah bertanya keyakinan ku tentang hal itu, dan datang sebuah candaan ah yang pasti mah Universitas Gambar Maung,, eh ternyata benar. Selidik punya selidik aku pun mendaftar beasiswa masuk jurusan manajemen bisnis ya berharap bisa berpolitik di perusahaan jadi konsultan gitu. Tapi sayang surat di terima besiswa datang terlambat ketika aku sudah diterima dan sudah membayar uang ke UGM alias Universitas Gambar Maung dan akhirnya aku tidak mengambilnya dan aku masuk di jurusan pendidikan matematika.
Banyak yang menyayangkan aku masuk ke jurusan ini, walaupun hanya satu yang mendukung saya yakni guru matematika favorit ku. Bukan karena jurusan ini jelek akan tetapi karena basic matematika ku lemah, akan tetapi aku yakini aku mampu untuk memecahkan tembok ini dan menjadi yang terbaik di jurusan ini. semester pertama aku bisa membuktikan dan bersaing dengan teman-teman yang dari SMA-SMA apalagi yang jurusannya IPA. Walaupun dari semester ke semester lainnya nilai ku selalu turun naik tapi dengan hal itu menandakan aku konsisten dengan usahaku dan kelemahanku. Aku tak sempat untuk mengalah dengan jurusan ini aku terus berjuang hingga di semester 6 ini. dan aku tak pernah kalah dengan keadaan aku selalu istiqomah dengan belajarku dan usahaku walaupun hasilnya aku kalah dengan apa yang ingin aku raih tapi proses dan perjuangannya masih tetap sama.
Kuncinya adalah kejujuran yang harus di bawa dimanapun, dan selalu berusaha menjadi yang terbaik apapun yang bisa aku lakukan akan aku lakukan selagi aku bisa itulah parameter keberhasilanku, aku akan mengerjakan tugas-tugas yang kadangkala orang lain malas untuk melakukannya dan aku akan menjadi garda terdepan untuk menyelesaikan tugas tersebut untuk diselesaikan. Tapi bagaimana jika aku tak mampu, ya aku nyontek, tapi ingat tak sekedar nyontek perlu dipelajari dulu  dan yang lebih penting jangan sampai nyontek ketika Ujian, UAS, UTS itu adalah pantangan, sampai motto hidupku terkenal dikelas, “lebih baik buat rumus sendiri dari pada nyontek”. Sampai sampai pernah aku dapat nilai nol dengan pengerjaan hampri sepolio lebih karena isinya membuat rumus sendiri, ya kaya professor- professor. Hehe
Dan yang selalu aku bertahan adalah motivasi melihat mamah ku yang berdagang di pasar. Temanku pernah berkata kepadaku “ seharusnya ai berpikir mamah mah diluar ker nimbangan asin ai enak-enak di sini” nah ini yang terus membuatku merasa bersalah kepada keadaaan ku, aku tak akan pernah menyianyakan kesempatan yang telah Allah berikan walaupun aku tau mamah menderita di sana, terus bagaimana keadaan orangtua kalian?. Jauh dari orang tua tak menjadikan ku menjadi anak-anak diluar sana yang senang dan merasa hidup mereka bebas ketika jauh dari orang tua, aku mendewasakan diriku sendiri dengan keadaanku yang seperti ini, naik turun usaha keluargaku mulai dari adanya mendiang ayah yang selalu memanjakanku dengan segala yang ku inginkan hingga bangkrut dan berusaha kembali membangun perusahaan dan hingga ia dipanggil dan mamah yang meneruskannya aku ingat semua itu dan aku bisa menerima dengan usaha dan membuat hal-hal kecil menjadi kebanggaan buat orang tua ku. Hingga saat ini hal inilah yang mempengaruhi kehidupanku. dan aku ingin mengubah kembali dan menjemput mamah agar tidak bekerja kembali.
Dan yang terakhir yang saat ini aku jalani adalah jangan pernah pelit terhadap ilmu yang kita punya, kadangkala aku suka marah ketika di kelas, aku menanyakan kepada temanku dan mereka tidak pernah mempedulikanku mereka malah mentertawakannku karena aku tidak bisa, dan sampai aku marah pun mereka tidak memberiku solusi untuk bagaimana aku bisa mengerjakan soal-soal tersebut, tapi ada juga yang baiknya yang suka memberi jawaban, tapi dengan hal ini aku marah dan aku selalu bilang kepada mereka kelak jika aku mampu dan ada teman yang memintaku untuk mengajarkannya aku akan mengajarkannya tak peduli siapapun mereka, dan alhamdulilah hingga saat ini walaupun aku masih sama seperti ini, masih ada adik tingkat atau bahkan teman seangkatan yang percaya untuk meminta bantuan kepada ku mengajari mereka, ini adalah hal yang paling aku banggakan dari apapun yang aku punya.
Kesimpulannya kita harus menanamkan kejujuran dalam hidup kita, jangan pernah takut jika nilai kita kecil karena kita tak mencontek, malah ada kepuasaan tersendiri ketika kita bisa melihat betapa indahnya perjuangan kita menaklukan materi-materi / mata kuliah-mata kuliah yang kita tempuh, semuanya memiliki kenangan tersendiri, toh saya pun tidak mencontek tetap kok nilai-nilai saya bagus minimal di atas 3 lah IPK kita. Terus ingatlah orang tua kita jangan sampai kita menyianyiakan kesempatan belajar kita yang sebentar ini, jika harus aku memilih mana yang lebih mengasyikan dalam hidup ini antara bermain dan belajar maka aku memilih belajar, kenapa ada alasan tersendiri mengapa aku memilih belajar apalagi belajar matematika yakni kita bisa mengerjakannya sambil kita bisa mendengarkan music, benarkan.. bayangkan kalau kita masuk jurusan yang kebanyakannya materi yang harus kita hafal oh tidak ada kesempatan untuk kita bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus, betulkan..? dan yang terakhir jangan pernah pelit, ilmu itu semakin kita sembunyikan maka akan cepat hilang maka berbagilah selama berbagi itu belum dilarang. Walaupun awalnya kita belum bisa apa apa namun dengan usaha dan keyakinan kita pasti bisa. AKU selalu bilang pada siapapun yang ku punya hanyalah modal semangat, dan semoga semangat itulah yang bisa membuat kita jembatan untuk meraih kesuksesan kita di masa depan. Amin. Dan yang terakhir yang tidak bisa saya ceritakan diatas adalah jangan sampai putus untuk menulis walaupun tulisan sederhana kita di buku harian, kenapa harus buku harian karena ada satu terapi yang AKU selalu sembuh ketika kelelahan kepenatan dan keputus asaan itu melanda, tidak selamanya kita orang semangat selalu semangat dan obatnya adalah kita baca buku harian kita dari awal sampai lelah itu terobati dan penat itu hilang. Insha Allah.
Pukul 2:10 tanggal 29 juni 2015
Selamat tinggal Semester 6