Sabtu, 11 Juli 2015

Menarik dalam Kegelapan


Jika kita melihat semacam apa seorang manusia, maka aku  akan menjawab mereka adalah pembohong. jika ada yang mengatakan kalau tamatlah sudah aku berteman dengan seorang pembohong karena pembohong itu bla bla bla. maka dia sedang mengatakan bahwa itu dirinya sendiri.

Berjibaku dalam rutinitas, aku tak melupakan untuk tetap mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di setiap jam, menit, detik semuanya tak akan pernah ku sia-siakan. dan semuanya sudah tergambar jelas bahwa sifat alamiah seorang manusia adalah pembohong.

Namun aku tak akan berbicara mengenai kebohongan aku ingin bercerita mengenai terungkapnya jawaban dari setiap pertanyaan yang ku buat dulu, kini dan esok. kehidupanku sangatlah ramah, berbeda dengan kehidupan orang lain yang tidak bisa ramah kepada mereka, mengapa? karena aku dari tahun ketahun masalahku masih sama, zonk di setiap UTS atau UAS, aku bisa berubah menjadi seorang PAMPIR ketika aku dihadapkan dengan dua kata itu, semua badanku mendingin bahkan tanganku membiru , mukaku memucat dan terkadang aku tak bisa menggerakan tangaku untuk mengisi lembar jawaban, akan tetapi masalah tersebut akan segera berakhir di tahun 2016 dimana aku sudah bisa memakai baju toga,, masalahku tetaplah sama dari tahun ketahun,,,lebay

Oleh karena itu aku sempat untuk mencoba dan melihat hal hal baru termasuk hal kegelapan. kegelapan ada pada setiap diri manusia bahkan cahaya yang menembusnya pun sulit untuk benar benar menghilangkan kegelapan itu. maka lewat tulisan ini aku ingin menjelaskan tanpa harus membuka siapa orang dibalik kegelapan itu namun satu orang yang sudah jelas yakni aku,

semua orang dalam gelapnya adalah misteri seberapa lama pun kita mengenalnya, yang pasti kegelapan itu misteri, ya aku hanya bisa bilang misteri. namun dalam kehidupanku aku sudah banyak menemukan misteri dan menarik kegelapan itu, entah itu kegelapan yang dalam batas ataupun diluar batasku, namun yang bisa aku lakukan adalah aku hanya bisa melihat tanpa bisa mencegah datangnya kegelapan itu pada diri diri kegelapan yang pernah saya temui.

Dilibatkan pada kegelapan awalnya aku tidak bisa menerima itu, namun selangkah demi selangkah aku harus bisa mengerti apa itu kegelapan. awalnya aku terjebak pada sebuah populasi dimana aku tidak bisa memaafkannya hingga hari ini, namun itu adalah awal dimana aku bisa memahami dan mengerti arti kegelapan yang sesungguhnya, hingga aku pun berhenti dimana perhentianku yang tak bisa ku ingat kapan itu terjadi namun sampai hari ini hal ini adalah misteri yang disembunyikan.

Misteri yang disembunyikan akhirnya terlihat bukan pada ku namun cerminan diriku yang dilakukan oleh seseorang, aku bisa menangis ketika aku membayakngkan apa yang terjadi, namun kegelapan kegelapan yang aku jumpai adalah kebenaran yang hakiki dan aku tak bisa untuk mencegahnya aku hanya bisa menarik kegelapan itu ketika semuanya terjadi dan ini bukan dengan tanganku tapi dengan teman disampingku.

Namun teman itu akhirnya pergi dan mencoba untuk membuat kegelapan itu seakan telah menghilang, dan kini aku sendiri yang harus terus menjawab semuanya ketika kegelapan itu kembali tiba di hadapanku, dan aku tak ingin menjadi dulu lagi, namun kegelapan itu terus menembus tanpa ku ketahui.

Pada akhirnya kegelapan itu telah terjadi dan semua pertanyaan telah teruangkap aku melakukannya seorang diri namun yang ku lakukan hanyalah terdiam untuk tujuan kegelapan itu terlihat dengan jelas, salahkah?. aku tahu kegelapan ini juga telah menyelimutiku sekarang namun yang sekarang ingin kulakukan adalah aku ingin sekali melihat sejelas-jelasnya kegelapan itu. 

Walaupun semua orang menampikan diri namun aku yakini aku sudah melihat kegelapan itu pada orang yang menjadi misteri, aku hanya berharap aku bisa menemanimu semua dalam kegelapan ini risiko tertarik atau tidak sudah ku perhitungkan namun aku tahu aku harus menarik kegelapan itu ketika kegelapan itu telah jelas aku lihat dan dengan begitu aku bisa menarik dalam kegelapan.

9.28
12 juli 2015

Jumat, 10 Juli 2015

Di takdirkan untuk merindukan mu



Berbicara sebuah rindu, ini adalah rindu yang menusuk pada jiwa ku bukan tentang siapa orang yang ku rindu, namun hari-hari berganti perasaan itu semakin kuat. memang berbeda orang yang datang untuk mencarinya dengan orang yang di rekomendasi dan aku termasuk orang yang mencarinya jadi akan semakin kuat aku bisa mempertahankannya.
Memang setelah aku bertemu pertama kalinya aku menemukan sesuatu yang sungguh sangat berbeda yang bisa mengubahku sampai saat ini menempuh perjuangan yang panjang dan kebanyakan kebahagiaan yang ku dapatkan. Namun karena waktu pertemuanku dengannya terbatas jadi aku harus berpisah dengnnya. Dan kini aku di pertemukan kembali dan seharusnya aku harus menemuinya dan menjalin kehidupan dengannnya walaupun aku tahu siapa itu ?
Ya tak seharusnya aku kembali pada masa-masa itu, masa dimana prioritas dengannya di nomor satukan, masa dimana aku mengorbankan sebuah cinta yang harus aku berikan. Memang benar tak semestinya aku temui kembali benar seperti apa yang temanku bilang jangan sampai menemuinya kembali, aku harus segera memikirkan apa yang dibutuhkan oleh orang-orang yang aku cintai. Aku banyak kehilangan cinta untuk orang-orang yang ku cinta.
Dan di sini aku merasa rindu pada saat-saat itu, keputusanku untuk meninggalkan yang ku rindu adalah benar walaupun aku meski kehilangan banyak sekali darinya, hobiku, ilmu, dan semuanya yang bisa aku dapatkan darinya. Namun aku harus mengalah tak baik aku memikirkan diriku sendiri perjalanan orang yang ku cinta masih panjang dan biarlah mereka saja yang merasakan apa yang ingin aku rasakan dalam kehidupan ini. yang paling penting adalah aku yang akan ada disampingnya memberikan jalan kemana orang yang aku cintai melangkah untuk menuju apa yang selama ini aku ingin langkahi dan menjalani apa yang ingin aku jalankan.
Pada saat aku menuliskan ini aku tahu perasaan rinduku sangat menggebu, benar temanku bilang aku akan sakit menahan rindu ini, namun ini keputusanku yang tidak bisa aku rubah walaupun aku akan menahannya, keputusan ini dibuat adalah untuk orang yang aku cintai yang sedang tumbuh menjadi clon orang-orang hebat dan aku pun tak meu kehilangan masa-masa keceriaan orang yang aku cintai, selain itu juga keputusanku mencangkup masalah eksternal dalam hidupku kali ini aku benar-benar tak bisa melupakan apa yang terjadi dalam hidupku ini, sudah banyak hal yang menyakitkan yang menghampiri diriku namun dengan keputusan ini aku tak mau kembali melukai hati yang terluka. Lebay..
Kebahagiaanku mulai tumbuh aku melakukan apa yang selama ini aku tak lakukan mengurus rumah tangga dengan sempurna bersama adik-adikku, membuat peta konsep kehidupankku, menghapus semua impian lamaku, dan yang lebih utama adalah mempersatukan kembali keluarga, mamah aku dan adik-adikku. Itu semua adalah pengobat rindu yang mujarab kini. Walaupun dimasa depan aku tak lagi bisa melihat rindu yang satu itu, tapi aku yakin aku tak akan merubah diriku aku tetap seperti yang selama ini aku rindukan. dan sampai kapanpun aku tak akan pernah lagi mendapatkan apa yang kini aku rindu dan aku hanya di takdirkan untuk merindukanmu.
10.32
11 juli 2015

Sabtu, 04 Juli 2015

Masih perlukah sebuah tropi sebagai tanda sang pemenang???


Masih perlukah sebuah tropi sebagai tanda sang pemenang???
Hasil gambar untuk sang pemenang

Masih ada mimpi dalam kehidupan ini untuk bisa mengangkat tropi kemenangan dengan tangan sendiri disambut dengan jutaan tepukkan tangan dengan senyum kebahagiaan. Hal ini lah yang selalu manusia inginkan. Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi, hal-hal seperti inilah yang banyak manusia kejar untuk kehidupan ini. Tak bisa dipungkiri  Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi menjamur pada lerung-lerung manusia baik mereka miskin, kaya, berpendidikan ataupun mereka yang sudah tidak lagi menginginkan kehidupan di dunia ini. dengan Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi, setiap orang bisa merubah kehidupannya bukan juga materi tapi setidakknya ada nilai lebih bahwasannya mereka sudah dipandang sebagai manusia sesungguhnya. Inilah pemikiran kehidupan menurut sudut pandang ku.
Sebuah poster yang kubuat bertahun-tahun menempel di dinding kamarku dan setiap hari nya ku baca sebagai kekuatan untuk memulai hari dengan semangat yakni “Kesuksesan adalah perjuangan, perjuangan adalah usaha dan usaha adalah kekuatan” namun dua minggu lalu sudah ku lepaskan poster tersebut, alasannya adalah kalimat tersebut membuatku tak bisa berhenti untuk terus mencoba segala sesuatu untuk mendapatkan  sebuah kesuksesan. Dua minggu lalu itulah dimana titik jenuh ku memuncak, sepertinya tak ada lagi kesempatan untuk bisa mengangkat tropi dengan tangan ku sendiri. Kemudian dua hari lalu hari yang tidak bisa adikku lupakan adalah hari dimana adik laki-lakiku marah dan memecahkan dua tropi kemenangan yang di dapatkan oleh adikku walaupun tropi tersebut hanya perlombaan tingkat daerah, namun yang ku ketahui adalah perjuangannya untuk mendapatkan tropi tersebut tidaklah mudah.
Hal tersebut membuatku berpikir bahwa masih ada harapan untuk menjadi sang pemenang walaupun tanpa harus mengangkat sebuah tropi kemenagan dan sudah semestinya seorang manusia mengetahui hal tersebut untuk memperoleh kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi  sebab sebuah tropi tidaklah abadi untuk menandakan kita sebagai pemenang. Sebab kita masih merasakan kesedihan ketika hal itu hilang didalam hidup kita. Menurutku kemenangan adalah sesuatu yang tidak hilang sifatnya abadi dan melekat pada diri kita jadi tak perlu sebuah tropi untuk menandakan sang pemenang.
Akan tetapi jalan kehidupan setiap manusia berbeda-beda walapun kelak kita akan bertemu pada kehidupan yang kita buat sendiri. Menjadi sang pemengan juga setiap manusia akan berbeda beda bagaimana sang pemenang itu mendefinisikannya. Adakalanya kita melihat seseorang yang tanpa berusaha segigih dan sekuat kita mereka bisa mendapatkan apa yang belum kita dapatkan walaupun kita sudah berusaha mati-matian ataupun bertahun-tahun kita usahakan namun hasilnya tidak mengantarkan kita pada tujuan yang hendak kita capai. Kejadian tersebut menuntut manusia menentukan beberapa pilihan misalnya teruskan, berhenti, atau menggunakan cara-cara yang tidak baik. Manusia banyak sekali pemikirannya untuk mencapai bagaimana mereka bisa menjadi sang pemenang bisa mereka terus lurus, belok atau memutar ulang dan memulainya dari pertama. Banyak cara yang manusia bisa tempuh. Namun harus ingat bahwa ada batas yang meski kita patuhi. Tak halnya jika kita mengassosiasikan pada sebuah jalan banyak hal yang harus kita patuhi untuk bisa melewatinya hingga kita sampai pada tujuan yang kita inginkan.
Kuncinya adalah kita harus tetap terus berjuang terus berusahaa itu adalah kekuatan yang kita miliki walaupun setelah kita coba keberhasilan kita menjadi sang pemenang itu sulit untuk di raih atau bahkan kita selalu mengalami kegagalan dalam setiap usaha yang kita usahakan namun dalam setiap langkah yang kita tempuh untuk meraih apa yang kita tuju baik gagal ataupun berhasil disana terdapat kebaikan. Maka bukan keberhasilan dan kegagalan yang selama ini kita miliki namun kebaikan dari keduannya yang harus kita ambil sebab kebaikan dari keduanyalah yang bisa menjadikan diri ini menjadi seorang pemenang sejati, dan kita tak akan mengalami dimana diri kita berada pada titik jenuhnya kehidupan ataupun memakai cara cara yang tidak sesuai dengan apa yang di ajarkan agama kita. Contohnya banyak terjadi di negara kita mereka memakai cara-cara pintas untuk mendapatkan kemenangaan itu.
Hari dimana poster “Kesuksesan adalah perjuangan, perjuangan adalah usaha dan usaha adalah kekuatan” itu akan ku buat kembali untuk memulai hari dengan penuh semangat.
Minggu 5 juli 2015 pukul 10.00


Selasa, 30 Juni 2015

Selamat Datang Semester 7



Namaku adalah ai, cita-citaku adalah ingin bekerja di sebuah televisi, kesenanganku adalah menonton berita, akan tetapi ketika aku ditanya oleh orang lain apa cita-citaku aku selalu menyebutkan aku ingin menjadi seorang persiden, oleh karena itu ketika aku duduk di bangku SMP dan SMA hampir seangkatanku menyebutku ibu presiden. Jika di SMP kenapa cita-citaku terkenal karena ada temanku ketika itu yang membaca dihadapan orang banyak tentang cita-citaku itu, dan ketika aku SMA aku di suruh memperkenalkan diri dengan Bahasa Inggris tentang cita-cita dan akhirnya guru Bahasa inggris menceritakan tentangku ke semua teman teman satu angkatanku.
Aku adalah ahli dalam menulis bebas ketika aku SMP, kenapa aku mengakui seperti itu? Jawabannya adalah sudah dibuktikan dengan seangkatan menulis untuk seleksi lomba jurnalistik seTasikmalaya dan aku pemenangnya tanpa harus lagi guru memerikasa yang lainnya dan mengajakku untuk mengikuti lomba itu, ohh akan tetapi penyesalan itu terus menghantuiku sampai sekarang, kenapa? Karena aku menolak tawaran guru tersebut. “Sombongnya aku ketika itu”. Masih ingat ketika itu guru Bahasa indonesiaku sampai membujukku tapi dengan polosnya aku menolak tawaran itu. Dan sampai sekarang penyesalannya terasa. Padalah mungkin hal itu bisa jadi jalan untukku bertemu idolaku, hehe,.. seorang reporter yang aku terus updatein kehidupannya sampai sekarang “riko anggara”. alasannya kenapa ya aku tolak tawaran itu ya karena ketika itu aku …. Apa ya lupa lagi.. tapi untuk mengobati dan menghapus rasa penyesalan itu dari sanalah aku menjadi termotivasi untuk terus menulis, puisi, cerpen , bahkan aku meresum jalan cerita film yang telah aku tonton sampai kira-kira tulisan itu sudah setumpuk, karena ketika itu aku belum punya laptop jadi aku tulis semua tulisanku di buku, aku suka mendaur ulang buku-buku bekas yang sisannya aku ambil dan aku jilid ke photocopy dan jadilah buku dan buku tersebut aku gunakan untuk menulis semua cerita-cerita dan puisi puisiku.
Akan tetapi hal ini juga yang membuatku merasa lebih-lebih menyesal, kenapa? Karena aku kubur semua tulisanku yang setumpuk itu hingga kedalaman satu meter dan aku berjanji akan aku ambil lagi ketika aku bisa pergi ke luar negeri, “bingung aku dengan pemikiranku ketika itu” dan yang lebih nyeseknya sekarang kuburan tulisanku itu sekarang diatasnya rumah, bagaimana aku bisa gali kembali. Nangis ini mah. ketika rumah itu sudah berdiri ada lomba cerpen dateng dan disana ada cerita yang aku favoritkan banget. Sebel dengan diri ini.
Kembali ke cita-cita, ketika kelas 3 SMP aku juga adalah orang pertama yang bisa menggunakan computer bahkan internet, walaupun ketika itu aku belum punya computer. “maaf bukan ngebanggain diri tapi Cuma sedikit mengobati hati”. Kenapa ? karena aku suka baca-baca tentang itu, bahkan dirumah aku buat keyboard, aku memimpikan suatu saat aku bisa memiliki sebuah computer. Tapi itu tidak bisa menjadi alasan yang kuat untuk menggambarkan hebatnya aku menguasai computer…hehe,, alasan keduanya adalah aku orang pertama yang bisa membuat Friendster, facebook, bahkan twitter dan orang yang pertama yang bisa mengirim e-mail ke guru computer. Tapi bukan ini yang ingin aku ceritakan. Selepas aku menyelesaikan studi ku di SMP aku sangat ingin sekali masuk SMKN1, kenapa? Karena di sana ada jurusan multimedia, dan aku ingin sekali masuk ke jurusan itu. Aku sudah memimpikan bahwa kelak aku akan bekerja di sebuah stasiun tv terbesar dan bertemu dengan idolaku, namun semuannya berubah karena angkan –o,1. Ada apa dengan angka tersebut ? karena tinggal -0,1 lagi aku bisa lulus ke jurusan itu. Sedihnya diriku ini. semua tinggal kenangan hari ini. aku punya semacam syndrome, aku akan mendadak batuk terus menerus jika hal itu tidak sesuai dengan jalan takdirku, itu sudah aku buktikan walaupun tidak aku perikasakan ke dokter. Buktinya ketika aku test di SMKN1 aku dari mulai menjawab soal no 1 sampai soal itu selesai aku jawab aku terus batuk, dan ketiak aku menyontek, dll. Tapi sekarang tidak aku rasakan kembali hal itu.
Semenjak saat itu orang tua ku marah besar, bukan karena aku tidak lulus tapi karena aku tidak mengikuti test kesehatan di sekolah yang telah menerimaku. Ya akhirnya aku gagal masuk kesekolah tersebut dan pada akhirnya aku ditakdirkan masuk SMK yang paling aku cintai. Aku mengambil jurusan administrasi perkantoran awalnya aku hanya memilih saja tanpa tau akan jadi apa nantinya, eh ketika ditelusuri mendalam jurusan itu nantinya jadi sekretari, oh no aku harus melayani bos ,, oh tidak bisa aku yang harus jadi bosnnya.
Akan tetapi ketika itu datang guru matematika yang sangat cantik sekali, orangnya baik, cara mengajarnya bagus, dan terus memotivasi murid-muridnya setiap semesternya pasti memberi reward kepada murid-muridnnya yang berprestasi termasuk aku. Akan tetapi di akhir smester ibu itu tidak bisa aku lihat lagi karena ibu itu keluar tanpa berpamitan kepada murid-muridnya, sedih sekali aku dan teman-teman, aku sempat menangis beberapa hari ketika itu dan menghubungi ibu berkali-kali akan tetapi tidak aktif nonya.
Kehidupanku mulai berubah ketika aku berada dilingkungan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Pertama sih aku sering menagis melihat itu semua. Melihat miniature bumi ini, banyak sekali orang-orang yang aku temui mulai dari sisi terang sampai sisi gelap pernah saya lihat dan saya berbaur tanpa terkena baunya ataupun wanginnya kehidupanku. aku mulai bisa menyesuaikan diri dengan semua keadaan itu. “Akan tetapi ini bukan yang akan aku ceritakan saat ini, tunggu lagi cerita tentang cahaya dan kegelapan” hehe.
ketika kesedihan mulai terobati datang berbagai macam guru matematika yang berbagai macam karakter, ada guru yang jarang masuk beliau terus menugaskan kita untuk menulis, ya memindahkan tulisan dari buku paket ke buku catatan, “apa bedannya mending photocopy saja”, berawal dari sinilah nilai matematikaku yang asalnya 99 anjlok menjadi 89, “teganya itu guru, tidak melihatkah siapa aku ini” hem
yang kedua gurunya ganteng, tapi sayangnya suka duduk di bangku murid cantik, sepintar-pintar apapun murid itu tidak akan dilirik jika tidak cantik.. oh no itu aku yang ga dilirik,,hehe alhamulilah tapi nilai ku bagus, tapi sekarang aku harus jujur kepada semuannya bahwa nilai bagus ini bukan sebab akibat dari usahaku ku tapi karena ketika mengerjakan ujian aku ceroboh dan aku gagal mengisinya tapi aku berbuat curang ketika itu, hasil yang sudah di kumpulkan aku benarkan kembali dengan alasan lembar jawabanku belum aku kasih nama,,, astagfirullah ai, bisannya seorang ai melakukan hal curang seperti ini. tapi swear aku baru sekali dan sekali saja dalam hidupku aku melakukan hal demikian. Dan aku sangat menyesali perbuatanku ini hingga saat ini. dan aku pun sudah mendapat balasan yang setimpa walaupun Allah masih sayang banget sama aku. Tapi hal itu sudah menjadi tegoran yang menyakitkan bagiku.
Tegoran itu berupa aku di sindir aku tak pantas rangking satu, kedua aku tak bisa mengikuti OSN administrasi walaupun ketika itu guru kejuruan menyesali kenapa tidak memilih aku menjadi wakil dari SMK, yang ketiga adalah aku pernah di tampar karena aku di sangka menyontek walaupun sesungguhnya ketika itu aku lagi membawa tipex, dan yang ke empat yang mestinya aku nilai serratus jadi nilai 10 padahal lembar jawaban itu betul semuannnya dan aku tak rela dan aku protes dan kena tampar lagi dan aku harus mengulang ujian kembali tapi aku menantang guru untuk memerikas kembali jawaban awalnya guru tersebut tidak mau tapi untungnya ada guru olahraga yang memintanya memberikan kesempatan kembali dan akhirnya benar argumenku dan guru tersebut sampai sekarang tidak pernah melupakan ku yang sudah menamparku dua kali karena kesalah pahaman. Tapi dari tamparan itu aku tidak membencinya karena sakit dari tamparan itu sudah ku obati dengan hasil yang ku toreh yang sangat memuaskan. Ketika teguran bertubi-tubi itu datang padaku aku sebenarnya sudah taubat dari dosa yang pertama dan terakhir aku lakukan ketika aku sekolah.
Sampai akhir aku terus berbuat jujur dalam setiap langkah dengan teman-temanku Trio kere namanya, kita bertiga jadi duta anti mencontek di kelas. Walapun duta dikelas namun menerapkannya sungguh sulit bagi mereka, tapi yang penting aku yang terus memegang prinsip ini hingga akhir hayatku untuk tidak mencontek bagaimanapun keadaannya. Cita-citaku terus menggebu tiap hari tak tertinggal satu beritapun dan dunia perpolitikan akhirnya menggodaku untuk mempelajarinya, kehidupanku akhirnya teralihkan dengan buku-buku politik yang ada di perpustakaan buku tersebut koleksi pak guru perpus, aku meminjam dan membacanya hingga aku bisa mengamati situasi perpolitikan ketika itu. Ketika itu rasanya cita—citaku dimedia masa sudah pupus namun aku masih mempertahankan cita-citaku menjadi seorang presiden oleh karena itu aku dengan semangat membaca buku tentang politik mulai dari pengantar politik, dasar- dasar politik hingga komunikasi politik dan lupa lagi banyak buku buku  yang sudah  aku baca ketika itu.
Hingga di akhir studi aku dipertemukan dengan guru matematika yang sangat bersemangat mengajar usianya sudah sangat renta hampir seluruh hidupnya di habiskan untuk mengajar matematika, walaupun kadang banyak murid-murid yang tidak meperhatikannya, hingga pada suatu waktu bapak tersebut bertanya padaku “ai ingin jadi apa kelak?” aku jawab “aku ingin seperti bapak yang selalu bersemangat dalam menjalani hari-hari indah ini pak”. Dan pada akhirnya aku suka di suruh menilai hasil kerja teman-teman bahkan pernah aku disuruh untuk menjelaskan kepada teman-teman hingga satu cita cita itu muncul aku ingin menjadi seorang guru matematik.
aku tak sempat untuk mencari atau bahkan test ke Universitas Negeri di Indonesia karena ketika itu ayah ku meninggalkan dunia ini, walaupun ketika itu aku berencana ingin masuk FISIPOL UGM, hehe. Hingga pak guru yang suka di perpus yang punya kolekksi buku politik pun pernah bertanya keyakinan ku tentang hal itu, dan datang sebuah candaan ah yang pasti mah Universitas Gambar Maung,, eh ternyata benar. Selidik punya selidik aku pun mendaftar beasiswa masuk jurusan manajemen bisnis ya berharap bisa berpolitik di perusahaan jadi konsultan gitu. Tapi sayang surat di terima besiswa datang terlambat ketika aku sudah diterima dan sudah membayar uang ke UGM alias Universitas Gambar Maung dan akhirnya aku tidak mengambilnya dan aku masuk di jurusan pendidikan matematika.
Banyak yang menyayangkan aku masuk ke jurusan ini, walaupun hanya satu yang mendukung saya yakni guru matematika favorit ku. Bukan karena jurusan ini jelek akan tetapi karena basic matematika ku lemah, akan tetapi aku yakini aku mampu untuk memecahkan tembok ini dan menjadi yang terbaik di jurusan ini. semester pertama aku bisa membuktikan dan bersaing dengan teman-teman yang dari SMA-SMA apalagi yang jurusannya IPA. Walaupun dari semester ke semester lainnya nilai ku selalu turun naik tapi dengan hal itu menandakan aku konsisten dengan usahaku dan kelemahanku. Aku tak sempat untuk mengalah dengan jurusan ini aku terus berjuang hingga di semester 6 ini. dan aku tak pernah kalah dengan keadaan aku selalu istiqomah dengan belajarku dan usahaku walaupun hasilnya aku kalah dengan apa yang ingin aku raih tapi proses dan perjuangannya masih tetap sama.
Kuncinya adalah kejujuran yang harus di bawa dimanapun, dan selalu berusaha menjadi yang terbaik apapun yang bisa aku lakukan akan aku lakukan selagi aku bisa itulah parameter keberhasilanku, aku akan mengerjakan tugas-tugas yang kadangkala orang lain malas untuk melakukannya dan aku akan menjadi garda terdepan untuk menyelesaikan tugas tersebut untuk diselesaikan. Tapi bagaimana jika aku tak mampu, ya aku nyontek, tapi ingat tak sekedar nyontek perlu dipelajari dulu  dan yang lebih penting jangan sampai nyontek ketika Ujian, UAS, UTS itu adalah pantangan, sampai motto hidupku terkenal dikelas, “lebih baik buat rumus sendiri dari pada nyontek”. Sampai sampai pernah aku dapat nilai nol dengan pengerjaan hampri sepolio lebih karena isinya membuat rumus sendiri, ya kaya professor- professor. Hehe
Dan yang selalu aku bertahan adalah motivasi melihat mamah ku yang berdagang di pasar. Temanku pernah berkata kepadaku “ seharusnya ai berpikir mamah mah diluar ker nimbangan asin ai enak-enak di sini” nah ini yang terus membuatku merasa bersalah kepada keadaaan ku, aku tak akan pernah menyianyakan kesempatan yang telah Allah berikan walaupun aku tau mamah menderita di sana, terus bagaimana keadaan orangtua kalian?. Jauh dari orang tua tak menjadikan ku menjadi anak-anak diluar sana yang senang dan merasa hidup mereka bebas ketika jauh dari orang tua, aku mendewasakan diriku sendiri dengan keadaanku yang seperti ini, naik turun usaha keluargaku mulai dari adanya mendiang ayah yang selalu memanjakanku dengan segala yang ku inginkan hingga bangkrut dan berusaha kembali membangun perusahaan dan hingga ia dipanggil dan mamah yang meneruskannya aku ingat semua itu dan aku bisa menerima dengan usaha dan membuat hal-hal kecil menjadi kebanggaan buat orang tua ku. Hingga saat ini hal inilah yang mempengaruhi kehidupanku. dan aku ingin mengubah kembali dan menjemput mamah agar tidak bekerja kembali.
Dan yang terakhir yang saat ini aku jalani adalah jangan pernah pelit terhadap ilmu yang kita punya, kadangkala aku suka marah ketika di kelas, aku menanyakan kepada temanku dan mereka tidak pernah mempedulikanku mereka malah mentertawakannku karena aku tidak bisa, dan sampai aku marah pun mereka tidak memberiku solusi untuk bagaimana aku bisa mengerjakan soal-soal tersebut, tapi ada juga yang baiknya yang suka memberi jawaban, tapi dengan hal ini aku marah dan aku selalu bilang kepada mereka kelak jika aku mampu dan ada teman yang memintaku untuk mengajarkannya aku akan mengajarkannya tak peduli siapapun mereka, dan alhamdulilah hingga saat ini walaupun aku masih sama seperti ini, masih ada adik tingkat atau bahkan teman seangkatan yang percaya untuk meminta bantuan kepada ku mengajari mereka, ini adalah hal yang paling aku banggakan dari apapun yang aku punya.
Kesimpulannya kita harus menanamkan kejujuran dalam hidup kita, jangan pernah takut jika nilai kita kecil karena kita tak mencontek, malah ada kepuasaan tersendiri ketika kita bisa melihat betapa indahnya perjuangan kita menaklukan materi-materi / mata kuliah-mata kuliah yang kita tempuh, semuanya memiliki kenangan tersendiri, toh saya pun tidak mencontek tetap kok nilai-nilai saya bagus minimal di atas 3 lah IPK kita. Terus ingatlah orang tua kita jangan sampai kita menyianyiakan kesempatan belajar kita yang sebentar ini, jika harus aku memilih mana yang lebih mengasyikan dalam hidup ini antara bermain dan belajar maka aku memilih belajar, kenapa ada alasan tersendiri mengapa aku memilih belajar apalagi belajar matematika yakni kita bisa mengerjakannya sambil kita bisa mendengarkan music, benarkan.. bayangkan kalau kita masuk jurusan yang kebanyakannya materi yang harus kita hafal oh tidak ada kesempatan untuk kita bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus, betulkan..? dan yang terakhir jangan pernah pelit, ilmu itu semakin kita sembunyikan maka akan cepat hilang maka berbagilah selama berbagi itu belum dilarang. Walaupun awalnya kita belum bisa apa apa namun dengan usaha dan keyakinan kita pasti bisa. AKU selalu bilang pada siapapun yang ku punya hanyalah modal semangat, dan semoga semangat itulah yang bisa membuat kita jembatan untuk meraih kesuksesan kita di masa depan. Amin. Dan yang terakhir yang tidak bisa saya ceritakan diatas adalah jangan sampai putus untuk menulis walaupun tulisan sederhana kita di buku harian, kenapa harus buku harian karena ada satu terapi yang AKU selalu sembuh ketika kelelahan kepenatan dan keputus asaan itu melanda, tidak selamanya kita orang semangat selalu semangat dan obatnya adalah kita baca buku harian kita dari awal sampai lelah itu terobati dan penat itu hilang. Insha Allah.
Pukul 2:10 tanggal 29 juni 2015
Selamat tinggal Semester 6