Sabtu, 11 Juli 2015

Menarik dalam Kegelapan


Jika kita melihat semacam apa seorang manusia, maka aku  akan menjawab mereka adalah pembohong. jika ada yang mengatakan kalau tamatlah sudah aku berteman dengan seorang pembohong karena pembohong itu bla bla bla. maka dia sedang mengatakan bahwa itu dirinya sendiri.

Berjibaku dalam rutinitas, aku tak melupakan untuk tetap mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di setiap jam, menit, detik semuanya tak akan pernah ku sia-siakan. dan semuanya sudah tergambar jelas bahwa sifat alamiah seorang manusia adalah pembohong.

Namun aku tak akan berbicara mengenai kebohongan aku ingin bercerita mengenai terungkapnya jawaban dari setiap pertanyaan yang ku buat dulu, kini dan esok. kehidupanku sangatlah ramah, berbeda dengan kehidupan orang lain yang tidak bisa ramah kepada mereka, mengapa? karena aku dari tahun ketahun masalahku masih sama, zonk di setiap UTS atau UAS, aku bisa berubah menjadi seorang PAMPIR ketika aku dihadapkan dengan dua kata itu, semua badanku mendingin bahkan tanganku membiru , mukaku memucat dan terkadang aku tak bisa menggerakan tangaku untuk mengisi lembar jawaban, akan tetapi masalah tersebut akan segera berakhir di tahun 2016 dimana aku sudah bisa memakai baju toga,, masalahku tetaplah sama dari tahun ketahun,,,lebay

Oleh karena itu aku sempat untuk mencoba dan melihat hal hal baru termasuk hal kegelapan. kegelapan ada pada setiap diri manusia bahkan cahaya yang menembusnya pun sulit untuk benar benar menghilangkan kegelapan itu. maka lewat tulisan ini aku ingin menjelaskan tanpa harus membuka siapa orang dibalik kegelapan itu namun satu orang yang sudah jelas yakni aku,

semua orang dalam gelapnya adalah misteri seberapa lama pun kita mengenalnya, yang pasti kegelapan itu misteri, ya aku hanya bisa bilang misteri. namun dalam kehidupanku aku sudah banyak menemukan misteri dan menarik kegelapan itu, entah itu kegelapan yang dalam batas ataupun diluar batasku, namun yang bisa aku lakukan adalah aku hanya bisa melihat tanpa bisa mencegah datangnya kegelapan itu pada diri diri kegelapan yang pernah saya temui.

Dilibatkan pada kegelapan awalnya aku tidak bisa menerima itu, namun selangkah demi selangkah aku harus bisa mengerti apa itu kegelapan. awalnya aku terjebak pada sebuah populasi dimana aku tidak bisa memaafkannya hingga hari ini, namun itu adalah awal dimana aku bisa memahami dan mengerti arti kegelapan yang sesungguhnya, hingga aku pun berhenti dimana perhentianku yang tak bisa ku ingat kapan itu terjadi namun sampai hari ini hal ini adalah misteri yang disembunyikan.

Misteri yang disembunyikan akhirnya terlihat bukan pada ku namun cerminan diriku yang dilakukan oleh seseorang, aku bisa menangis ketika aku membayakngkan apa yang terjadi, namun kegelapan kegelapan yang aku jumpai adalah kebenaran yang hakiki dan aku tak bisa untuk mencegahnya aku hanya bisa menarik kegelapan itu ketika semuanya terjadi dan ini bukan dengan tanganku tapi dengan teman disampingku.

Namun teman itu akhirnya pergi dan mencoba untuk membuat kegelapan itu seakan telah menghilang, dan kini aku sendiri yang harus terus menjawab semuanya ketika kegelapan itu kembali tiba di hadapanku, dan aku tak ingin menjadi dulu lagi, namun kegelapan itu terus menembus tanpa ku ketahui.

Pada akhirnya kegelapan itu telah terjadi dan semua pertanyaan telah teruangkap aku melakukannya seorang diri namun yang ku lakukan hanyalah terdiam untuk tujuan kegelapan itu terlihat dengan jelas, salahkah?. aku tahu kegelapan ini juga telah menyelimutiku sekarang namun yang sekarang ingin kulakukan adalah aku ingin sekali melihat sejelas-jelasnya kegelapan itu. 

Walaupun semua orang menampikan diri namun aku yakini aku sudah melihat kegelapan itu pada orang yang menjadi misteri, aku hanya berharap aku bisa menemanimu semua dalam kegelapan ini risiko tertarik atau tidak sudah ku perhitungkan namun aku tahu aku harus menarik kegelapan itu ketika kegelapan itu telah jelas aku lihat dan dengan begitu aku bisa menarik dalam kegelapan.

9.28
12 juli 2015

Jumat, 10 Juli 2015

Di takdirkan untuk merindukan mu



Berbicara sebuah rindu, ini adalah rindu yang menusuk pada jiwa ku bukan tentang siapa orang yang ku rindu, namun hari-hari berganti perasaan itu semakin kuat. memang berbeda orang yang datang untuk mencarinya dengan orang yang di rekomendasi dan aku termasuk orang yang mencarinya jadi akan semakin kuat aku bisa mempertahankannya.
Memang setelah aku bertemu pertama kalinya aku menemukan sesuatu yang sungguh sangat berbeda yang bisa mengubahku sampai saat ini menempuh perjuangan yang panjang dan kebanyakan kebahagiaan yang ku dapatkan. Namun karena waktu pertemuanku dengannya terbatas jadi aku harus berpisah dengnnya. Dan kini aku di pertemukan kembali dan seharusnya aku harus menemuinya dan menjalin kehidupan dengannnya walaupun aku tahu siapa itu ?
Ya tak seharusnya aku kembali pada masa-masa itu, masa dimana prioritas dengannya di nomor satukan, masa dimana aku mengorbankan sebuah cinta yang harus aku berikan. Memang benar tak semestinya aku temui kembali benar seperti apa yang temanku bilang jangan sampai menemuinya kembali, aku harus segera memikirkan apa yang dibutuhkan oleh orang-orang yang aku cintai. Aku banyak kehilangan cinta untuk orang-orang yang ku cinta.
Dan di sini aku merasa rindu pada saat-saat itu, keputusanku untuk meninggalkan yang ku rindu adalah benar walaupun aku meski kehilangan banyak sekali darinya, hobiku, ilmu, dan semuanya yang bisa aku dapatkan darinya. Namun aku harus mengalah tak baik aku memikirkan diriku sendiri perjalanan orang yang ku cinta masih panjang dan biarlah mereka saja yang merasakan apa yang ingin aku rasakan dalam kehidupan ini. yang paling penting adalah aku yang akan ada disampingnya memberikan jalan kemana orang yang aku cintai melangkah untuk menuju apa yang selama ini aku ingin langkahi dan menjalani apa yang ingin aku jalankan.
Pada saat aku menuliskan ini aku tahu perasaan rinduku sangat menggebu, benar temanku bilang aku akan sakit menahan rindu ini, namun ini keputusanku yang tidak bisa aku rubah walaupun aku akan menahannya, keputusan ini dibuat adalah untuk orang yang aku cintai yang sedang tumbuh menjadi clon orang-orang hebat dan aku pun tak meu kehilangan masa-masa keceriaan orang yang aku cintai, selain itu juga keputusanku mencangkup masalah eksternal dalam hidupku kali ini aku benar-benar tak bisa melupakan apa yang terjadi dalam hidupku ini, sudah banyak hal yang menyakitkan yang menghampiri diriku namun dengan keputusan ini aku tak mau kembali melukai hati yang terluka. Lebay..
Kebahagiaanku mulai tumbuh aku melakukan apa yang selama ini aku tak lakukan mengurus rumah tangga dengan sempurna bersama adik-adikku, membuat peta konsep kehidupankku, menghapus semua impian lamaku, dan yang lebih utama adalah mempersatukan kembali keluarga, mamah aku dan adik-adikku. Itu semua adalah pengobat rindu yang mujarab kini. Walaupun dimasa depan aku tak lagi bisa melihat rindu yang satu itu, tapi aku yakin aku tak akan merubah diriku aku tetap seperti yang selama ini aku rindukan. dan sampai kapanpun aku tak akan pernah lagi mendapatkan apa yang kini aku rindu dan aku hanya di takdirkan untuk merindukanmu.
10.32
11 juli 2015

Sabtu, 04 Juli 2015

Masih perlukah sebuah tropi sebagai tanda sang pemenang???


Masih perlukah sebuah tropi sebagai tanda sang pemenang???
Hasil gambar untuk sang pemenang

Masih ada mimpi dalam kehidupan ini untuk bisa mengangkat tropi kemenangan dengan tangan sendiri disambut dengan jutaan tepukkan tangan dengan senyum kebahagiaan. Hal ini lah yang selalu manusia inginkan. Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi, hal-hal seperti inilah yang banyak manusia kejar untuk kehidupan ini. Tak bisa dipungkiri  Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi menjamur pada lerung-lerung manusia baik mereka miskin, kaya, berpendidikan ataupun mereka yang sudah tidak lagi menginginkan kehidupan di dunia ini. dengan Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi, setiap orang bisa merubah kehidupannya bukan juga materi tapi setidakknya ada nilai lebih bahwasannya mereka sudah dipandang sebagai manusia sesungguhnya. Inilah pemikiran kehidupan menurut sudut pandang ku.
Sebuah poster yang kubuat bertahun-tahun menempel di dinding kamarku dan setiap hari nya ku baca sebagai kekuatan untuk memulai hari dengan semangat yakni “Kesuksesan adalah perjuangan, perjuangan adalah usaha dan usaha adalah kekuatan” namun dua minggu lalu sudah ku lepaskan poster tersebut, alasannya adalah kalimat tersebut membuatku tak bisa berhenti untuk terus mencoba segala sesuatu untuk mendapatkan  sebuah kesuksesan. Dua minggu lalu itulah dimana titik jenuh ku memuncak, sepertinya tak ada lagi kesempatan untuk bisa mengangkat tropi dengan tangan ku sendiri. Kemudian dua hari lalu hari yang tidak bisa adikku lupakan adalah hari dimana adik laki-lakiku marah dan memecahkan dua tropi kemenangan yang di dapatkan oleh adikku walaupun tropi tersebut hanya perlombaan tingkat daerah, namun yang ku ketahui adalah perjuangannya untuk mendapatkan tropi tersebut tidaklah mudah.
Hal tersebut membuatku berpikir bahwa masih ada harapan untuk menjadi sang pemenang walaupun tanpa harus mengangkat sebuah tropi kemenagan dan sudah semestinya seorang manusia mengetahui hal tersebut untuk memperoleh kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi  sebab sebuah tropi tidaklah abadi untuk menandakan kita sebagai pemenang. Sebab kita masih merasakan kesedihan ketika hal itu hilang didalam hidup kita. Menurutku kemenangan adalah sesuatu yang tidak hilang sifatnya abadi dan melekat pada diri kita jadi tak perlu sebuah tropi untuk menandakan sang pemenang.
Akan tetapi jalan kehidupan setiap manusia berbeda-beda walapun kelak kita akan bertemu pada kehidupan yang kita buat sendiri. Menjadi sang pemengan juga setiap manusia akan berbeda beda bagaimana sang pemenang itu mendefinisikannya. Adakalanya kita melihat seseorang yang tanpa berusaha segigih dan sekuat kita mereka bisa mendapatkan apa yang belum kita dapatkan walaupun kita sudah berusaha mati-matian ataupun bertahun-tahun kita usahakan namun hasilnya tidak mengantarkan kita pada tujuan yang hendak kita capai. Kejadian tersebut menuntut manusia menentukan beberapa pilihan misalnya teruskan, berhenti, atau menggunakan cara-cara yang tidak baik. Manusia banyak sekali pemikirannya untuk mencapai bagaimana mereka bisa menjadi sang pemenang bisa mereka terus lurus, belok atau memutar ulang dan memulainya dari pertama. Banyak cara yang manusia bisa tempuh. Namun harus ingat bahwa ada batas yang meski kita patuhi. Tak halnya jika kita mengassosiasikan pada sebuah jalan banyak hal yang harus kita patuhi untuk bisa melewatinya hingga kita sampai pada tujuan yang kita inginkan.
Kuncinya adalah kita harus tetap terus berjuang terus berusahaa itu adalah kekuatan yang kita miliki walaupun setelah kita coba keberhasilan kita menjadi sang pemenang itu sulit untuk di raih atau bahkan kita selalu mengalami kegagalan dalam setiap usaha yang kita usahakan namun dalam setiap langkah yang kita tempuh untuk meraih apa yang kita tuju baik gagal ataupun berhasil disana terdapat kebaikan. Maka bukan keberhasilan dan kegagalan yang selama ini kita miliki namun kebaikan dari keduannya yang harus kita ambil sebab kebaikan dari keduanyalah yang bisa menjadikan diri ini menjadi seorang pemenang sejati, dan kita tak akan mengalami dimana diri kita berada pada titik jenuhnya kehidupan ataupun memakai cara cara yang tidak sesuai dengan apa yang di ajarkan agama kita. Contohnya banyak terjadi di negara kita mereka memakai cara-cara pintas untuk mendapatkan kemenangaan itu.
Hari dimana poster “Kesuksesan adalah perjuangan, perjuangan adalah usaha dan usaha adalah kekuatan” itu akan ku buat kembali untuk memulai hari dengan penuh semangat.
Minggu 5 juli 2015 pukul 10.00