Sabtu, 04 Juli 2015

Masih perlukah sebuah tropi sebagai tanda sang pemenang???


Masih perlukah sebuah tropi sebagai tanda sang pemenang???
Hasil gambar untuk sang pemenang

Masih ada mimpi dalam kehidupan ini untuk bisa mengangkat tropi kemenangan dengan tangan sendiri disambut dengan jutaan tepukkan tangan dengan senyum kebahagiaan. Hal ini lah yang selalu manusia inginkan. Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi, hal-hal seperti inilah yang banyak manusia kejar untuk kehidupan ini. Tak bisa dipungkiri  Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi menjamur pada lerung-lerung manusia baik mereka miskin, kaya, berpendidikan ataupun mereka yang sudah tidak lagi menginginkan kehidupan di dunia ini. dengan Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi, setiap orang bisa merubah kehidupannya bukan juga materi tapi setidakknya ada nilai lebih bahwasannya mereka sudah dipandang sebagai manusia sesungguhnya. Inilah pemikiran kehidupan menurut sudut pandang ku.
Sebuah poster yang kubuat bertahun-tahun menempel di dinding kamarku dan setiap hari nya ku baca sebagai kekuatan untuk memulai hari dengan semangat yakni “Kesuksesan adalah perjuangan, perjuangan adalah usaha dan usaha adalah kekuatan” namun dua minggu lalu sudah ku lepaskan poster tersebut, alasannya adalah kalimat tersebut membuatku tak bisa berhenti untuk terus mencoba segala sesuatu untuk mendapatkan  sebuah kesuksesan. Dua minggu lalu itulah dimana titik jenuh ku memuncak, sepertinya tak ada lagi kesempatan untuk bisa mengangkat tropi dengan tangan ku sendiri. Kemudian dua hari lalu hari yang tidak bisa adikku lupakan adalah hari dimana adik laki-lakiku marah dan memecahkan dua tropi kemenangan yang di dapatkan oleh adikku walaupun tropi tersebut hanya perlombaan tingkat daerah, namun yang ku ketahui adalah perjuangannya untuk mendapatkan tropi tersebut tidaklah mudah.
Hal tersebut membuatku berpikir bahwa masih ada harapan untuk menjadi sang pemenang walaupun tanpa harus mengangkat sebuah tropi kemenagan dan sudah semestinya seorang manusia mengetahui hal tersebut untuk memperoleh kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi  sebab sebuah tropi tidaklah abadi untuk menandakan kita sebagai pemenang. Sebab kita masih merasakan kesedihan ketika hal itu hilang didalam hidup kita. Menurutku kemenangan adalah sesuatu yang tidak hilang sifatnya abadi dan melekat pada diri kita jadi tak perlu sebuah tropi untuk menandakan sang pemenang.
Akan tetapi jalan kehidupan setiap manusia berbeda-beda walapun kelak kita akan bertemu pada kehidupan yang kita buat sendiri. Menjadi sang pemengan juga setiap manusia akan berbeda beda bagaimana sang pemenang itu mendefinisikannya. Adakalanya kita melihat seseorang yang tanpa berusaha segigih dan sekuat kita mereka bisa mendapatkan apa yang belum kita dapatkan walaupun kita sudah berusaha mati-matian ataupun bertahun-tahun kita usahakan namun hasilnya tidak mengantarkan kita pada tujuan yang hendak kita capai. Kejadian tersebut menuntut manusia menentukan beberapa pilihan misalnya teruskan, berhenti, atau menggunakan cara-cara yang tidak baik. Manusia banyak sekali pemikirannya untuk mencapai bagaimana mereka bisa menjadi sang pemenang bisa mereka terus lurus, belok atau memutar ulang dan memulainya dari pertama. Banyak cara yang manusia bisa tempuh. Namun harus ingat bahwa ada batas yang meski kita patuhi. Tak halnya jika kita mengassosiasikan pada sebuah jalan banyak hal yang harus kita patuhi untuk bisa melewatinya hingga kita sampai pada tujuan yang kita inginkan.
Kuncinya adalah kita harus tetap terus berjuang terus berusahaa itu adalah kekuatan yang kita miliki walaupun setelah kita coba keberhasilan kita menjadi sang pemenang itu sulit untuk di raih atau bahkan kita selalu mengalami kegagalan dalam setiap usaha yang kita usahakan namun dalam setiap langkah yang kita tempuh untuk meraih apa yang kita tuju baik gagal ataupun berhasil disana terdapat kebaikan. Maka bukan keberhasilan dan kegagalan yang selama ini kita miliki namun kebaikan dari keduannya yang harus kita ambil sebab kebaikan dari keduanyalah yang bisa menjadikan diri ini menjadi seorang pemenang sejati, dan kita tak akan mengalami dimana diri kita berada pada titik jenuhnya kehidupan ataupun memakai cara cara yang tidak sesuai dengan apa yang di ajarkan agama kita. Contohnya banyak terjadi di negara kita mereka memakai cara-cara pintas untuk mendapatkan kemenangaan itu.
Hari dimana poster “Kesuksesan adalah perjuangan, perjuangan adalah usaha dan usaha adalah kekuatan” itu akan ku buat kembali untuk memulai hari dengan penuh semangat.
Minggu 5 juli 2015 pukul 10.00


Tidak ada komentar:

Posting Komentar