Masih perlukah sebuah tropi sebagai tanda sang pemenang???
Masih ada mimpi dalam kehidupan
ini untuk bisa mengangkat tropi kemenangan dengan tangan sendiri disambut
dengan jutaan tepukkan tangan dengan senyum kebahagiaan. Hal ini lah yang
selalu manusia inginkan. Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan, prestasi,
hal-hal seperti inilah yang banyak manusia kejar untuk kehidupan ini. Tak bisa
dipungkiri Kemenangan, penghargaan,
pujian, kehormatan, prestasi menjamur pada lerung-lerung manusia baik mereka
miskin, kaya, berpendidikan ataupun mereka yang sudah tidak lagi menginginkan
kehidupan di dunia ini. dengan Kemenangan, penghargaan, pujian, kehormatan,
prestasi, setiap orang bisa merubah kehidupannya bukan juga materi tapi
setidakknya ada nilai lebih bahwasannya mereka sudah dipandang sebagai manusia
sesungguhnya. Inilah pemikiran kehidupan menurut sudut pandang ku.
Sebuah poster yang kubuat bertahun-tahun
menempel di dinding kamarku dan setiap hari nya ku baca sebagai kekuatan untuk
memulai hari dengan semangat yakni “Kesuksesan adalah perjuangan, perjuangan
adalah usaha dan usaha adalah kekuatan” namun dua minggu lalu sudah ku lepaskan
poster tersebut, alasannya adalah kalimat tersebut membuatku tak bisa berhenti
untuk terus mencoba segala sesuatu untuk mendapatkan sebuah kesuksesan. Dua minggu lalu itulah
dimana titik jenuh ku memuncak, sepertinya tak ada lagi kesempatan untuk bisa
mengangkat tropi dengan tangan ku sendiri. Kemudian dua hari lalu hari yang
tidak bisa adikku lupakan adalah hari dimana adik laki-lakiku marah dan
memecahkan dua tropi kemenangan yang di dapatkan oleh adikku walaupun tropi
tersebut hanya perlombaan tingkat daerah, namun yang ku ketahui adalah
perjuangannya untuk mendapatkan tropi tersebut tidaklah mudah.
Hal tersebut membuatku berpikir
bahwa masih ada harapan untuk menjadi sang pemenang walaupun tanpa harus
mengangkat sebuah tropi kemenagan dan sudah semestinya seorang manusia
mengetahui hal tersebut untuk memperoleh kemenangan, penghargaan, pujian,
kehormatan, prestasi sebab sebuah tropi
tidaklah abadi untuk menandakan kita sebagai pemenang. Sebab kita masih
merasakan kesedihan ketika hal itu hilang didalam hidup kita. Menurutku
kemenangan adalah sesuatu yang tidak hilang sifatnya abadi dan melekat pada
diri kita jadi tak perlu sebuah tropi untuk menandakan sang pemenang.
Akan tetapi jalan kehidupan
setiap manusia berbeda-beda walapun kelak kita akan bertemu pada kehidupan yang
kita buat sendiri. Menjadi sang pemengan juga setiap manusia akan berbeda beda
bagaimana sang pemenang itu mendefinisikannya. Adakalanya kita melihat
seseorang yang tanpa berusaha segigih dan sekuat kita mereka bisa mendapatkan
apa yang belum kita dapatkan walaupun kita sudah berusaha mati-matian ataupun
bertahun-tahun kita usahakan namun hasilnya tidak mengantarkan kita pada tujuan
yang hendak kita capai. Kejadian tersebut menuntut manusia menentukan beberapa
pilihan misalnya teruskan, berhenti, atau menggunakan cara-cara yang tidak
baik. Manusia banyak sekali pemikirannya untuk mencapai bagaimana mereka bisa
menjadi sang pemenang bisa mereka terus lurus, belok atau memutar ulang dan
memulainya dari pertama. Banyak cara yang manusia bisa tempuh. Namun harus
ingat bahwa ada batas yang meski kita patuhi. Tak halnya jika kita
mengassosiasikan pada sebuah jalan banyak hal yang harus kita patuhi untuk bisa
melewatinya hingga kita sampai pada tujuan yang kita inginkan.
Kuncinya adalah kita harus tetap
terus berjuang terus berusahaa itu adalah kekuatan yang kita miliki walaupun
setelah kita coba keberhasilan kita menjadi sang pemenang itu sulit untuk di
raih atau bahkan kita selalu mengalami kegagalan dalam setiap usaha yang kita
usahakan namun dalam setiap langkah yang kita tempuh untuk meraih apa yang kita
tuju baik gagal ataupun berhasil disana terdapat kebaikan. Maka bukan
keberhasilan dan kegagalan yang selama ini kita miliki namun kebaikan dari
keduannya yang harus kita ambil sebab kebaikan dari keduanyalah yang bisa
menjadikan diri ini menjadi seorang pemenang sejati, dan kita tak akan
mengalami dimana diri kita berada pada titik jenuhnya kehidupan ataupun memakai
cara cara yang tidak sesuai dengan apa yang di ajarkan agama kita. Contohnya banyak
terjadi di negara kita mereka memakai cara-cara pintas untuk mendapatkan
kemenangaan itu.
Hari dimana poster “Kesuksesan
adalah perjuangan, perjuangan adalah usaha dan usaha adalah kekuatan” itu akan
ku buat kembali untuk memulai hari dengan penuh semangat.
Minggu 5 juli 2015 pukul 10.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar