" fajar kini telah lari meninggalkan bumi..
Di songsong oleh sesosok monster besar yang amat panas dan menyeramkan..
Perlahan dia tersenyum padaku..
Dalam hatiku berbisik "hari telah pagi"
kemudian rasa gundah tak sanggup ku rasakan lebih dalam
karena di pagi ini, rambut kusut tak tersisir baju pun comprang-campring menandakan hati yang dingin dan kemesut hati yang sulit teraba cakrawala..
Hampir sewindu pagi tak berubah..
Serasi dengan hatiku yang kemesut pada formasi tentara.
Mentari kini telah pergi dan kini ia tegak lurus pada mun-munan kepalaku.
Menandai bahwa kini hampir di tengah kematianku..
Panas terik m0nster itu menyemburkan seluruh kekuatan panasnya padaku, dan mungkin dunia pun merasakannya..
Penantianku pada batas waktu kini telah usai kini tinggal ku menerima suratan dan takdir yang di jatuhkan oleh tuhan.
Namun mimpiku harus terkabul walaupun aku harus menghindar pada takdir kematianku.
Ini suatu yang sulit.
Walaupun semua menganggap binatang jalang,namun di dalam matiku kutak mau membawa sejuta sakit dan kiloan perih, walaupun matiku tertembak peluru,atau tersabit samurai.
Semua itu bukan mimpi kematianku.
M0nster itu kini telah luluh dan panas pun mulai terasa hangat, dia pergi tanpa mengisahkan suatu rasa menduri dalm pikirannya..
Kelakar dalam nafas kan mengisahkan cerita panjng dan menyenangkan.
Karna sore takan menjanjikan apa-apa..
CURHAT-CURHAT SEDIH
Di songsong oleh sesosok monster besar yang amat panas dan menyeramkan..
Perlahan dia tersenyum padaku..
Dalam hatiku berbisik "hari telah pagi"
kemudian rasa gundah tak sanggup ku rasakan lebih dalam
karena di pagi ini, rambut kusut tak tersisir baju pun comprang-campring menandakan hati yang dingin dan kemesut hati yang sulit teraba cakrawala..
Hampir sewindu pagi tak berubah..
Serasi dengan hatiku yang kemesut pada formasi tentara.
Mentari kini telah pergi dan kini ia tegak lurus pada mun-munan kepalaku.
Menandai bahwa kini hampir di tengah kematianku..
Panas terik m0nster itu menyemburkan seluruh kekuatan panasnya padaku, dan mungkin dunia pun merasakannya..
Penantianku pada batas waktu kini telah usai kini tinggal ku menerima suratan dan takdir yang di jatuhkan oleh tuhan.
Namun mimpiku harus terkabul walaupun aku harus menghindar pada takdir kematianku.
Ini suatu yang sulit.
Walaupun semua menganggap binatang jalang,namun di dalam matiku kutak mau membawa sejuta sakit dan kiloan perih, walaupun matiku tertembak peluru,atau tersabit samurai.
Semua itu bukan mimpi kematianku.
M0nster itu kini telah luluh dan panas pun mulai terasa hangat, dia pergi tanpa mengisahkan suatu rasa menduri dalm pikirannya..
Kelakar dalam nafas kan mengisahkan cerita panjng dan menyenangkan.
Karna sore takan menjanjikan apa-apa..
CURHAT-CURHAT SEDIH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar