Sabtu, 08 Februari 2014

17 November 2010 pukul 17:48 WIB

..TENTANG JIWA..
Apa sebabnya??
Siapa tujuan jiwaku?
Mengapa jiwaku?
Bagaimana jiwaku?
4 kalimat tanya telah cukup untuk sebuah pertanyaan totalis..
Yang kan memberi sebuah arti tentang JIWA

_1. APA SEBABNYA??
Berlawanan pada garis takdir dan cemohan para manusia purba, menumbuh rasa dendam yang membara dan dusta yang memanas..
Jiwa bernyanyi kini tak terdengar lagi. Pahit yang kutelan dan para purba yang mencem0oh hingga tak tahu batas cakrawala.
Air mata untuk bersujud dan mem0h0n untuk-Mu, kini sia-sia oleh ribuan dusta dan kekesalan yang membakar JIWA.

2. SIAPA TUJUAN HATIKU??
Dengan perbedaan dan penjauhan yang alami antara manusia purba dengan ku. Mengundang suatu Jiwa yang butus sandaran untuk menerangi kesunyian dalam JIWA. Walaupun jiwa meroNta dan meroNa menunggu jeruji besi yang kan terbuka, dia juga butuh suatu sandaran.
Sandaran yang ku maksud adalah lampu yang menerangi setiap langkah ku mendaki untuk mengalahkan para manusia purba.
Yakni 'RA'TR'OT'K'T'..

_3. MENGAPA JIWAKU??
Dari setiap detik perputaran jarum jam hanya 1 jawaban untuknya yakni "PARA MANUSIA PURBA" yang telah mengubur JIWA ku hIngga BERONTAK..


_4. BAGAIMANA JIWAKU??
Bagai besi yang telah berkarat..
Bagai bunga di tepi jalan.
Habis manis sepah di buang.
BegItUlah keadaan jiwaku yang dalam kesunyian yang di sebabkan oleh para manusia puRba.

Kata yang pantas untUk manusia pUrba di zaman ini adalah "MEMBAGONG LOE SEMUA"
Sakit,perih, harus ku telan sendiri dalam kesunyian..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar