Rabu, 05 Februari 2014

Memeluk kasih sayang Allah swt sembari membagikan kasih sayang itu kepada siapa saja yang memerlukan.




Wajahnya memerah dan tangisannya pun semakin mengeras, suasana hari itu pun sirna dengan air mata. Tak menyangka lamanya menjalanni kehidupan dengan suka cita, harus berakhir hari ini dengan tetesan air mata. Dalam kehidupan seorang manusia takkan lepas dari tetesan air mata, baik itu simbol kebahagiaan maupun kesediha. Namun terkadang yang sering kita temui adalah sebuah kesedihan, baik sedih karena perpisahan,sedih karena cinta, sedih karena kekecewaan, ataupun sedih karena penderitaan. Hal-hal  seperti inilah yang sering kita alami dalam kehidupan kita di dunia. Kesedihan terjadi karena hal yang kita sayangi, kita kasihi pergi tanpa membawa sebuah pesan untuk kita ataupun apa yang kita sayangi hilang tanpa sempat kita lihat. Ataupun kita baru tersadar seseorang yang mengasihi dan menyayangi kita telah pergi. Hal ini adalah sebuah kesedihan yang luar biasa yang akan di alami oleh setiap menusia di bumi, dimana ada pertemuan pasti akan ada perpisahan.
Nah,, setelah kita bergalau-galauan di atas, ada sebuah pertanyaan yang tersingkap di hati . sembari berintropeksi, kenapa hal ini terjadi kepada ku? Atau kenapa Ya Rabb kau lakukan ini padaku? Apa yang mesti ku lakukan Ya Rabb? Apa salah hamba sehingga kau lakukan ini pada hambamu ini? Kapan kau akan akhiri penderitaan ku ini? Kapan kau akan kirimkan kebahagiaan itu? Dimana aku bisa melakukannya? Dimana kau akan memberiku petunjuk? Siapa yang melakukan ini padaku ya Robb? Hingga kita menemukan kata tanya yang menjadi akhir pertanyaan kita yakni, Bagaimana cara untukku pergi, untukku akhiri, untuku obati hal ini?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas simple saja yaitu “Memeluk kasih sayang Allah swt sembari membagikan kasih sayang itu kepada siapa saja yang memerlukan”. Mengapa harus seperti itu? Karena ketika kita kehilangan sesuatu yang kita sayangi maka akibatnya adalah sebuah kesedihan . Maka sebarkanlah, bagikanlah kasih sayang itu agar kita sedikitnya akan terobati oleh orang-orang yang menyayangi kita.
'Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan dirimu. Dan juga kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.' (QS. ali-Imran : 186).

Ikrimah rahimahullah pernah berkata : “Semua orang itu pasti bergembira dan bersedih, tapi jadikanlah kegembiraan itu sebagai syukur dan kesedihan itu sebagai sabar ”

By ai siti nuraeni  1/10/2013 21:50

Tidak ada komentar:

Posting Komentar