Wajahnya memerah dan tangisannya
pun semakin mengeras, suasana hari itu pun sirna dengan air mata. Tak menyangka
lamanya menjalanni kehidupan dengan suka cita, harus berakhir hari ini dengan
tetesan air mata. Dalam kehidupan seorang manusia takkan lepas dari tetesan air
mata, baik itu simbol kebahagiaan maupun kesediha. Namun terkadang yang sering
kita temui adalah sebuah kesedihan, baik sedih karena perpisahan,sedih karena
cinta, sedih karena kekecewaan, ataupun sedih karena penderitaan. Hal-hal seperti inilah yang sering kita alami dalam
kehidupan kita di dunia. Kesedihan terjadi karena hal yang kita sayangi, kita
kasihi pergi tanpa membawa sebuah pesan untuk kita ataupun apa yang kita
sayangi hilang tanpa sempat kita lihat. Ataupun kita baru tersadar seseorang yang
mengasihi dan menyayangi kita telah pergi. Hal ini adalah sebuah kesedihan yang
luar biasa yang akan di alami oleh setiap menusia di bumi, dimana ada pertemuan
pasti akan ada perpisahan.
Nah,, setelah kita bergalau-galauan
di atas, ada sebuah pertanyaan yang tersingkap di hati . sembari berintropeksi,
kenapa hal ini terjadi kepada ku? Atau kenapa Ya Rabb kau lakukan ini padaku?
Apa yang mesti ku lakukan Ya Rabb? Apa salah hamba sehingga kau lakukan ini
pada hambamu ini? Kapan kau akan akhiri penderitaan ku ini? Kapan kau akan
kirimkan kebahagiaan itu? Dimana aku bisa melakukannya? Dimana kau akan
memberiku petunjuk? Siapa yang melakukan ini padaku ya Robb? Hingga kita
menemukan kata tanya yang menjadi akhir pertanyaan kita yakni, Bagaimana cara
untukku pergi, untukku akhiri, untuku obati hal ini?
Untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan di atas simple saja yaitu “Memeluk kasih sayang Allah swt
sembari membagikan kasih sayang itu kepada siapa saja yang memerlukan”. Mengapa
harus seperti itu? Karena ketika kita kehilangan sesuatu yang kita sayangi maka
akibatnya adalah sebuah kesedihan . Maka sebarkanlah, bagikanlah kasih sayang
itu agar kita sedikitnya akan terobati oleh orang-orang yang menyayangi kita.
'Kamu
sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan dirimu. Dan juga kamu
sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu
dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang
menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang
demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.' (QS. ali-Imran : 186).
Ikrimah
rahimahullah pernah berkata : “Semua orang itu pasti bergembira dan bersedih,
tapi jadikanlah kegembiraan itu sebagai syukur dan kesedihan itu sebagai sabar
”
By ai siti nuraeni
1/10/2013 21:50

Tidak ada komentar:
Posting Komentar